By : Dewi swastyastika

 

-Malang –

Www.media-kota.com

Genangan air yang meluber dijalan merupakan permasalahan yang dapat merusak infrastruktur serta menimbulkan dampak kerugian ekonomi bagi masyarakat.Di sinilah peran DPUBM ( Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga ) Kabupaten Malang dalam perencanaannya dan pengelolaan sistem drainase menjadi sangat penting.Sistem drainase yang tepat bukan sekadar saluran air sederhana, melainkan sebuah jaringan terstruktur yang dirancang dengan perhitungan teknis serta metode analisis hidrologi ungkap kepala DPUBM Kabupaten Malang Khoirul Anam Kusuma atau Oong.

Untuk itu penanganan drainase dalam mengantisipasi luapan air dijalan DPUBM melibatkan berbagai strategi mulai dari pemeliharaan rutin, seperti membersihkan saluran dari sampah dan gulma, hingga pembangunan infrastruktur modern seperti sistem polder dan saluran bawah tanah. Selain itu, diperlukan juga pendekatan manajemen risiko dan kebijakan tata ruang yang lebih terintegrasi tambah oong

Kami menghimbau untuk peran masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran drainase di sekitar rumah mereka dan juga
menghindari pembangunan di daerah titik – titik rawan.”Tidak mendirikan pemukiman di daerah rawan seperti bantaran sungai karena itu bisa menghambat proses aliran air” ditambahkan oleh Oong.

Untuk penanganan drainase DPUBM Kabupaten Malang telah membangun dibeberapa di titik rawan banjir sepanjang 1257 meter.
Kami juga mengaktifkan Tim GARDAN yang mampu merespons keluhan genangan dalam 24 jam.Dan
penanganan ini dilakukan di titik prioritas seperti didaerah Krebet Senggrong, Panggungrejo, Bunder, dan Dalisodo pungkas Oong.( Swastyastika )